1. Inggris (United Kingdom)
Regulasi judi bola di Inggris termasuk yang paling ketat dan matang. Sejak 2005, industri ini diawasi oleh UK Gambling Commission, dengan aturan yang mencakup lisensi operasi, perlindungan konsumen, pencegahan kecanduan, verifikasi umur (minimal 18 tahun), dan pembatasan iklan perjudian (. Berbagai bentuk taruhan seperti fixed odds, spread betting, betting exchanges, dan fantasy sports diatur dengan jelas .
2. Amerika Serikat
Regulasi sangat bervariasi, karena bergantung pada keputusan tiap negara bagian setelah dibatalkannya PASPA oleh Mahkamah Agung AS pada 2018 . Saat ini, sebagian besar negara bagian — sekitar 37–38 negara bagian plus D.C. — telah melegalkan taruhan olahraga dalam berbagai bentuk (online dan/atau offline) (Peraturan yang beragam ini menimbulkan tantangan seperti inkonsistensi hukum, risiko integritas pertandingan, dan sedikitnya regulasi independen untuk mencegah match-fixing . Selain itu, praktik VIP di AS sering dikritik karena memicu kecanduan—berbeda dengan Inggris, Denmark, dan Belanda yang lebih ketat mengendalikan insentif personalized .
3. Eropa Kontinental (Spanyol, Jerman, Prancis, Belgia, Skandinavia)
- Spanyol: Ditetapkan sejak 2011 oleh DGOJ, mengatur lisensi operator, iklan, dan perlindungan pemain dengan cukup ketat
- Jerman: Mengikuti Interstate Treaty on Gambling (2020), kombinasi regulasi federal dan negara bagian. Beberapa negara bagian mengurus perizinan, pengiklanan, atau pemblokiran pembayaran ilegal Prancis: Tarif taruhan fixed odds serta taruhan langsung (in-play) diatur secara nasional, dilayani oleh FDJ dan operator berlisensi
- Belgia: Mulai membatasi iklan judi—larangan iklan TV, radio, stadion secara bertahap hingga langsung penuh pada 2028
- Swedia: Setelah liberalisasi pada 2019 lewat Gambling Act, sektor ini diawasi oleh Spelinspektionen, memungkinkan operator swasta berlisensi .
- Norwegia: Hampir semua bentuk judi ilegal kecuali melalui dua operator milik negara—Norsk Tipping (lotre, sports betting) dan Norsk Rikstoto (perlombaan kuda).
4. Amerika Latin (Brasil, Argentina, dan lainnya)
- Brasil: Pada Desember 2023, mengesahkan Law No. 14.790/2023, membuka kerangka regulasi federal untuk taruhan olahraga (online & offline), mulai diberlakukan per Januari 2025. Operator harus bermarkas di Brasil, menerapkan AML, melarang penggunaan kartu kredit atau cryptocurrency, serta mengenakan pajak atas revenue dan pajak penghasilan atas kemenangan pemain Pemerintah juga berencana memblokir situs ilegal dan memberlakukan audit ketat
- Argentina: Setiap provinsi meiliki peraturannya sendiri; lebih dari setengah provinsi membolehkan taruhan olahraga online dengan lisensi lokal
- Amerika Latin lain: Negara seperti Kolombia, Chili, Meksiko juga mulai mengatur taruhan olahraga, meskipun kerangka hukum masih terfragmentasi .
5. Asia (China, Filipina, India, Jepang, Korea Selatan, Macau, Singapura)
- China (Daratan): Semua bentuk perjudian dilarang sejak 1949. Hanya lotre pemerintah (welfare dan sports) yang diizinkan. Perjudian ilegal masih marak via offshore.
- Filipina: Diatur oleh PAGCOR; platform taruhan wajib menampilkan logo “21+” dan slogan RG “Keep it fun” sebagai pengingat agar judi tetap dalam batas hiburan
- India: Ilegal secara federal; regulasi diserahkan ke negara bagian. Beberapa negara bagian memperbolehkan, sebagian tidak
- Korea Selatan: Pemerintah mengizinkan secara eksklusif via operator milik negara Sports Toto, hanya menyediakan beberapa cabang olahraga seperti sepak bola, bola basket, dll. & sangat ketat
- Jepang: Taruhan umum diatur oleh KUHP, namun taruhan pada pacuan kuda dan olahraga tertentu diperbolehkan melalui model pool. Perkembangan menuju legalisasi sepak bola dan bisbol sedang dibicarakan
- Makau & Singapura: Memiliki regulasi ketat dan sah, terutama Makau dikenal sebagai pusat perjudian Asia
6. Australia & Kanada
- Australia: Aturan gabungan nasional (Interactive Gambling Act 2001) serta regulasi di level negara bagian. In-play betting hanya diperbolehkan via telepon atau mesin di venue berlisensi
- Kanada: Dulu hanya parlay yang diperbolehkan. Sejak 2021, setelah disahkannya Bill C‑218, single-game betting sekarang juga legal di beberapa provinsi
7. Afrika (Nigeria & Afrika Selatan)
- Nigeria: Regulasi sepenuhnya di tangan negara bagian. Lagos State, misalnya, memiliki LSLGA sendiri dan menjadi model regulasi bagi negara bagian lainnya
- Afrika Selatan: Awalnya, segala bentuk judi dilarang kecuali balapan kuda. Sejak 1996, regulasi nasional mencakupi kasino, lotre, termasuk sports betting. Pada 2004 dan 2008 undang-undang diperbarui. Saat ini, taruhan olahraga online legal jika operator memiliki lisensi provinsi
Ringkasan & Kesimpulan
| Region/Country | Status Regulasi | Kesimpulan Singkat |
| Inggris | Ketat, terpusat (UK Gambling Commission) | Hi-Protective; model |
| AS | Variatif antar negara bagian | Fragmentasi & tantangan integritas |
| Spanyol, Jerman, Prancis, Skandinavia | Terstruktur (nasional + lokal) | Ketat tapi beragam |
| Brasil & LA | Menyusun regulasi terpusat/provinsi | Multipolar & cepat berkembang |
| Asia (China, Jepang, dst.) | Bervariasi: dari total larangan hingga terpusat/lotre | Beragam, pendekatan konservatif umum |
| Australia & Kanada | Campuran nasional & lokal | Regulasi modern dan adaptif |
| Nigeria & SA | Lokal/provinsi | Otonomi tinggi antara wilayah |
Tantangan Global Umum
- Taruhan Online Internasional: Sulit diawasi, menciptakan pasar hitam.
- Perlindungan Konsumen: Kecanduan judi masih masalah, perlu self-exclusion, batas deposit, dan pendidikan publik.
- Match-fixing: Masih menjadi risiko, dan banyak negara mengandalkan hukum kriminal yang umum saja
- Iklan dan Insentif: Promosi agresif, khususnya VIP programs di AS, memicu kritik serius
- Kepatuhan Operator: Perlu pengawasan AML, pajak, lisensi lokal, dan pembatasan sektor (umum di Brasil & Nigeria).
Secara keseluruhan, regulasi judi bola sangat tergantung konteks sosial, budaya, dan politik tiap negara. Negara-negara seperti Inggris dan banyak negara Eropa mengutamakan kontrol dan perlindungan, sementara Amerika dan Brasil cenderung mendorong legalisasi dengan regulasi progresif. Sebaliknya, banyak negara Asia dan Afrika masih berhati-hati atau membiarkan regulasi berkembang secara bertahap.
Jika Anda ingin mengeksplor lebih dalam ke negara tertentu atau aspek khusus seperti pajak, konsumer protection, atau teknologi pengawasan, silakan beri tahu—saya siap membantu!

